Jalan ini sayang
Yang kan membawa kita pada
Riuh pekik makian
Sebab senyum kita selalu kalah
Dari papan reklame produk pasta gigi
Atau senyum bapak-ibu calon gubernur
Jalan inilah sayang
Yang mengibarkan lantas mengobarkan
Panji-panji luka penghuni kota
Beriak teriak menuntut hak
Akibat mulut busa presiden kita
Yang santun tapi congkak
Jalan ini juga sayang
Yang kan kita napak tilasi
Sebagai rute kesakitan
Juga,
Sebagai peta perlawanan
Senin, 14 Juli 2008
Jalanan Yang Berubah Jadi Karpet Merah
Jalanan telah berubah menjadi
Karpet merah bagi para sosialita
Juga buat eksekutif muda
Juga para (calon) penguasa
Lalu lalang yang riuh
Menyambut sekian acuh
Jalanan telah menjadi
Karpet merah mulus
Dihias umbul-umbul
Selingan ribuan bendera
Gambar partai atau wajah senyum
yang
Siap merubah kepala jadi sekadar
Angka...
Jalan semakin menjadi
Karpet merah (ber)darah
Algojo penghancur bocah
Digendongan yang nampak susah
Berebut satu dua tiga langkah
Dengan asap dan mercy pongah
Tinggal pilih
Mana gajah mana pelepah
Jalanan hanyalah karpet merah
Kadang juga
Pengasingan bagi yang
Kalah...
Karpet merah bagi para sosialita
Juga buat eksekutif muda
Juga para (calon) penguasa
Lalu lalang yang riuh
Menyambut sekian acuh
Jalanan telah menjadi
Karpet merah mulus
Dihias umbul-umbul
Selingan ribuan bendera
Gambar partai atau wajah senyum
yang
Siap merubah kepala jadi sekadar
Angka...
Jalan semakin menjadi
Karpet merah (ber)darah
Algojo penghancur bocah
Digendongan yang nampak susah
Berebut satu dua tiga langkah
Dengan asap dan mercy pongah
Tinggal pilih
Mana gajah mana pelepah
Jalanan hanyalah karpet merah
Kadang juga
Pengasingan bagi yang
Kalah...
Senin, 07 Juli 2008
Suara Kerikil
Lalu sedikit demi sedikit, tergerus
Menjadi kerikil yang endap
Juga suara-suara,
Enyah kena angin
Tiup ke arah pantai
Lantas hilang, digulung ombak
Atau melaju ke kota
Sepi terlindas roda-gedung-sampah-kali
Hingga lenyap bareng
Asap daei knalpot-cerobong-pabrik
Suara-suara selaksa kerikil
Semakin mengendap, kecil-kecil
Suara-suara tak kan sampai
Ke telinga tujuan
Suara-suara
Mengecil
Jadi
Teriakan...
Makian...
Menjadi kerikil yang endap
Juga suara-suara,
Enyah kena angin
Tiup ke arah pantai
Lantas hilang, digulung ombak
Atau melaju ke kota
Sepi terlindas roda-gedung-sampah-kali
Hingga lenyap bareng
Asap daei knalpot-cerobong-pabrik
Suara-suara selaksa kerikil
Semakin mengendap, kecil-kecil
Suara-suara tak kan sampai
Ke telinga tujuan
Suara-suara
Mengecil
Jadi
Teriakan...
Makian...
Kamis, 22 Mei 2008
Rabu, 07 Mei 2008
IKRAR
buat Tristan: putraku
Aku mungkin tak akan memberikanmu
Sebilah belati atau sehunus keris
Biar kau berani dan berbekal,
Aku juga tak akan berikanmu
Selusin pena atau setumpuk kertas
Setimba tinta atau segudang benang
Aku tak akan sanggup memberimu apa-apa
Sebab tak ada harapan pada barang-barang
Aku hanya akan memberimu
Senyum.
Aku mungkin tak akan memberikanmu
Sebilah belati atau sehunus keris
Biar kau berani dan berbekal,
Aku juga tak akan berikanmu
Selusin pena atau setumpuk kertas
Setimba tinta atau segudang benang
Aku tak akan sanggup memberimu apa-apa
Sebab tak ada harapan pada barang-barang
Aku hanya akan memberimu
Senyum.
Kamis, 17 April 2008
Jalan Ini 1
Jalan ini
Aku jadi rindu pada pepohon
Yang meneduhiku dari terik
Lewat dahan dan daunnya
Jalan ini
Mengembalikanku pada rancak
Lelangkah yang terkejar
Demi susu anak dan belacu emak
Jalan ini
Malam menggulingkanku, sesak
Pada rembulan yang tertutup merkuri
Aku ambruk ditengguk arak
Jalan ini
Aku jadi rindu pada bambu
Yang sempat pagari hati
Rapat anyaman aku dan Ibu
Aku jadi rindu pada pepohon
Yang meneduhiku dari terik
Lewat dahan dan daunnya
Jalan ini
Mengembalikanku pada rancak
Lelangkah yang terkejar
Demi susu anak dan belacu emak
Jalan ini
Malam menggulingkanku, sesak
Pada rembulan yang tertutup merkuri
Aku ambruk ditengguk arak
Jalan ini
Aku jadi rindu pada bambu
Yang sempat pagari hati
Rapat anyaman aku dan Ibu
Senin, 14 April 2008
Hujan Pagi Itu
Iya,
Jika ada hujan
Aku selalu terkenang p_ea
Pembawa banyak cerita
: tentang hujan (saat senja)
Ada Hujan Yang Sebentar
Rumah Hujan
Juga hujan yang diwakilkan pada
Badai Bulan Desember
Iya,
Hujan datang
Pada pagi itu
Dan aku
Berteduh di payung penjual baju
Di samping Tugu Pahlawan
Iya,
Hujan pagi itu
Tak sempat mengingatkanku
Pada p_ea
Jika ada hujan
Aku selalu terkenang p_ea
Pembawa banyak cerita
: tentang hujan (saat senja)
Ada Hujan Yang Sebentar
Rumah Hujan
Juga hujan yang diwakilkan pada
Badai Bulan Desember
Iya,
Hujan datang
Pada pagi itu
Dan aku
Berteduh di payung penjual baju
Di samping Tugu Pahlawan
Iya,
Hujan pagi itu
Tak sempat mengingatkanku
Pada p_ea
Langganan:
Postingan (Atom)